Assalamua`laikum dan salam sejahtera.. hmmm, agak lame jugak saya xupdate blog nie.. tibe2 mlm nie terasa nk b`blogging pla.hehe..=-) dalam masa menyepi sebelum nie, sgt banyk pengalaman2..suka duka kehidupan..
sakit senangnyer..tangis riang nyer..cukup byk!! haa..sampai suatu saat tu, terasa lemah seluruh tubuh. Alhamdulillah, dengan ujian2 itulah, diri ini menjadi semakin matang. Dari hari ke hari..minggu ke minggu..bulan ke bulan...tau2, dah nk habis sem 2 2010/2011 di UIAM nie. Fuhh..., terasa amat singkat n cepat masa berlalu. SEdar2 jer, "Eh!!? dah final exam?" ... Cepat nyer...belum puas lag nk belajar. Aku akui, semakin hari semakin aku jatuh cinta terhadapmu..semakin lama, semakin aku ingin bersamamu selama..xmau rasanye berpisah denganmu walaupun sesaat.. kerana "dirimu" begitu berharga..=-) .. Ewah~~ dah pandai berjiwang plak sekarang nie.hehe... tp, btul la, semakin hari, semakin aku suka akan ilmu2. Semakin aku belajar, semakin terbuka rahsia2 dunia mahupun alam semesta ciptaan Allah S.W.T.. Terima kasih kepada semua guru2 yg..(sekarang bru aku sedar..(^^,")..) betapa pentingnye ilmu pengetahuan tu.. tp, kadang2 tu, tergerak akal utk berfikir, utk ape org belajar tinggi2 tp ilmu yg dia ade, xdipraktik kan?? sedih jugak tgk org mcm tu..... penat2 die blaja pandai2, at last, tambah pressure kt diri org tu sendiri jugak... tp sekarang dah faham, ilmu yg didalami, klau tidak hadirnya keikhlasan dlm hati, ilmu itu akan memakan diri.. to be continue.......=-)
Saturday, March 26, 2011
sekadar perkongsian
Posted by ~TaH!R~ at 9:37 AM 0 comments
Friday, December 17, 2010
Peristiwa Tamim ad-Dari disebutkan dalam Sahih Muslim:Telah menyampaikan kepada kami Ibnu Buraidah dari Amir bin syurahbil asy-Sya, kabilah Hamdan, bahawa ia pernah bertanya kepada Fatimah binti Qais dan termasuk kelompok perempuan pada hijrah pertama. Amir berkata:" Sampaikanlah kepadaku suatu hadis yang engkau dengar dari Rasulullah s.a.w yg tidak engkau sandarkan kepada sesiapapun selain beliau." Fatimah berkata:" jika engkau mahu, nescaya aku lakukan." Amir berkata: Tentu, sampaikanlah kepadaku."
Fatimah berkata: Setelah menyelesaikan solatnya, Rasulullah s.a.w duduk dimimbar. Sambil tersenyum, beliau bersabda:" Hendaklah setiap orang tinggal di tempat solatnya." Selanjutnya beliau bersabda:" apakah kamu semua mengetahui sebab aku mengumpulkan kamu?" mereka menjawab: " Hanya Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui."
Beliau bersabda: "Sesungguhnya aku, demi Allah tidak mengumpulkan kamu semua bukan kerana ada pengharapan ataupun ketakutan. Melainkan, aku mengumpulkan kamu semua adalah kerana Tamim ad-Dari, yg dulunya seorang Nasrani, datang untuk berbai'at masuk Islam. Ia menceritakan kepadaku seperti apa yang telah disampaikan kepada kamu tentang Dajjal. Ia menceritakan kepadaku bahawa ia mengenderai sebuah perahu bersama tiga puluh orang dari Lakhm dan Judzam. Mereka di buai ombak selama sebulan di laut. Lantas mereka berlabuh menuju suatu pulau di laut itu sampai terbenam matahari. Mereka duduk-duduk di pantai dekat perahu. Lalu mereka naik ke pulau itu. Maka mereka didatangi oleh seekor binatang yang banyak bulunya, yang mereka tidak dapat membezakan mana bahagian depan dan mana bahagian belakangnya.
Mereka berkata:' Celaka kamu, apakah kamu ini?' Binatang itu menjawab:'Aku adalah Jassasah (mata-mata)' mereka bertanya:'Mata-mata apa?' Ia menjawab:'Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam gua, kerana ia merindukan berita dari kamu.'
Tamim ad-Dari berkata: 'Ketika binatang itu menyebutkan kepada kami seseorang, kami meninggalkannya kerana mungkin ia adalah syaitan perempuan.''Lalu kami berangkat segera hingga memasuki gua. Tiba-tiba di dalamnya ada seorang manusia yang paling besar badannya dan diikat dengan rantai yang kuat. Kedua tangan dan lehernya disatukan dan diikat dengan rantai yang kuat. Kedua tangan dan lehernya disatukan dan diikat dengan besi diantara hingga kedua mata kakinya. Kami katakan:
'Celaka kamu, makhluk apakah kamu ini? Ia menjawab: 'Kamu semua telah mengetahui perihalku, kini beritahukan kepadaku, siapakah kamu ini?' Mereka menjawab: ' Kami adalah adalah manusia dari Arab. Kami belayar perahu lalu dipukul gelombang laut besar dan ombak mempermainkan kami selama sebulan'. Maka kami duduk-duduk di pantai dekat perahu lalu memasuki pulau ini. Kami didatangi oleh seekor binatang yang berbulu lebat sehinnga tidak diketahui mana bahagian muka dan mana bahagian belakangnya.
Kami bertanya: ' Celaka kamu, apakah kamu ini?' Binatang itu menjawab: 'Aku adalah mata-mata' 'Mata-mata apa?' 'Pergilah kepada orang yang ada di dalam gua ini, kerana ia sangat merindukan berita dari kamu semua.' 'Maka kami pun segera menjumpaimu. Kami takut pada binatang itu, dan kami tidak tenang jangan-jangan syaitan betina. Orang itu berkata:' Beritahukan kepadaku tentang kurma Baisan!' [Nota:Baisan sebuah daerah berada dekat Syam lama dan merupakan salah satu kota di Palestin]. 'Tentang apakah yang kamu tanyakan?' 'aku bertanya kepadamu, apakah pohon kurma itu hampir berbuah?' 'ya' 'Sesungguhnya pohon kurma itu hampir tidak berbuah' Lalu ia berkata lagi:' Beritahukan kepadaku tentang tasik Tabariyyah!' 'Tentang apakah yang kamu tanyakan?' 'apakah tasik itu masih berair?' [Nota:Tasik ini besar, luasnya 10x6 batu2 . Airnya makin berkurang. Jarak Tasik Tabariyyah dgn Bait al-Muqaddis sekitar 100 batu] 'Ya, tasik itu masih banyak airnya' 'Sesungguhnya air tasik itu hampir habis' Ia berkata:' Beritahukan kepadaku tentang mata air Zughar!' 'Mengenai apakah yang kamu tanyakan?' 'Apakah mata air itu masih memancarkan airnya dan apakah penduduknya masih bercucuk tanam dari mata air itu?' [Nota:Melimpahnya air dari mata air Zughar terjadi sekali lagi adalah isyarat dekatnya keluar Dajjal silaknat] 'Ya, mata air itu masih memancarkan banyak air, dan penduduknya bercucuk tanam dari air tersebut.' 'Terangkan padaku tentang nabi yang diutus kepada orang-orang yang buta huruf, apa yang dilakukannya?' 'Ia telah keluar dari Makkah menuju Yathrib' 'Apakah orang Arab memeranginya?' 'Ya' ' Bagaimana caranya memperlakukan mereka?' 'Ia telah menundukkan orang-orang Arab terdekatnya, sehingga mereka mengikutinya' 'Apakah demikian?' 'Ya', 'Lebih baik dari mereka untuk mengikutinya. Aku akan memberitahukan kepada kamu mengenai diriku. Aku adalah al-Masih Dajjal. Aku hampir akan diizinkan keluar, maka aku akan keluar. Lalu aku akan berjalan di muka bumi. Aku tidak melewatkan suatu kampung melainkan aku akan tinggal di situ selama empat puluh malam kecuali kota Makkah dan Taibah (Madinah). Kedua kota itu diharamkan atasku. Setiap kali aku akan memasuki salah satu kota itu, aku akan dihadang oleh malaikat yang memegang pedang untuk memenggalkan kepalaku. Di setiap celah kedua-dua kota itu dijaga oleh para malaikat.' Fatimah berkata:
"Sambil memukulkan tongkatnya pada mimbar Rasulullah s.a.w bersabda:
Ini adalah Taibah(kota Madinah), Ingatlah apakah hal itu telah aku sampaikan pada kamu semua?" Orang-orang menjawab:" Benar" Nabi Muhammad s.a.w bersabda, "Sungguh cerita Tamim itu sesuai dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu, juga mengenai kota Makkah dan Madinah. Ketahuilah Dajjal itu berada di laut Syam atau dilaut Yaman, bukan dari timur, bukan dari timur, bukan dari timur,sambil mengisyaratkan tangannya kearah timur" (Lihat Sahih Muslim dengan syarah Imam an-Nawawi, Matba'ah al-Misriyyah, XVIII, hlmn 78-73)
Posted by ~TaH!R~ at 9:47 PM 0 comments
Petua Imam As-Syafie
Sekadar perkongsian untuk semua =-) ..semoga mendapat keberkatan serta kejayaan di dunia serta di akhirat kelak..Ameen~~
- Empat perkara yang menguatkan badan
- Memakan daging
- Memakai haruman
- Kerap mandi
- Berpakaian dari pakaian kapas
- Empat perkara yang melemahkan badan
- Banyak berkelamin (bersetubuh)
- Selalu cemas
- Banyak minum air ketika makan
- Banyak makan bahan yang masam
- Empat perkara yang menajamkan mata
- Duduk menghadap kiblat
- Bercelak sebelum tidur
- Memandang yang hijau
- Berpakaian bersih
- Emapat perkara yang merosakkan mata
- Memandang najis
- Melihat orang dibunuh
- Melihat kemaluan
- Membelakangi kiblat
- Empat perkara yang menajamkan fikiran
- Tidak banyak berbual kosong
- Rajin bersugi (gosok gigi)
- Bercakap dengan orang yang soleh
- Bergaul dengan para ulama
- Empat cara tidur
- Tidur para Nabi - tidur terlentang sambil berfikir tentang kejadian langit dan bumi
- Tidur para Ulama' & Ahli Ibadah - tidur miring ke sebelah kanan untuk memudahkan terjada untuk solat malam
- Tidur para raja yang haloba - tidur miring ke sebelah kiri untuk mencernakan makanan yang banyak dimakan
- Tidur syaitan - tidur menelungkup/tiarap seperti tidurnya ahli neraka
Posted by ~TaH!R~ at 9:14 PM 0 comments
Monday, September 27, 2010
Lets grab knowledge as much as we can!! (^_^)
We should think every single word here..
there bring such a wonderful meaning..
let we make our mind opened in the correct way.
Maher Zain - Open Your Eyes
Look around yourselves
Can’t you see this wonder
Spread in front of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in the orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony
Let’s start question in ourselves
Isn’t this proof enough for us
Or are we so blind
To push it all aside..
No..
We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..
Look inside yourselves
Such a perfect order
Hiding in yourselves
Running in your veins
What about anger love and pain
And all the things you’re feeling
Can you touch them with your hand?
So are they really there?
Lets start question in ourselves
Isn’t this proof enough for us?
Or are we so blind
To push it all aside..?
No..
We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..
When a baby’s born
So helpless and weak
And you’re watching him growing..
So why deny
Whats in front of your eyes
The biggest miracle of life..
We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look quiet we’ll see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..
Open your eyes and hearts and minds
If you just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..
Allah..
You created everything
We belong to You
Ya Robb we raise our hands
Forever we thank You..
Alhamdulillah.. ..
Here some sharing for you guys..
just grab some beneficial knowledge here..
may it helps us in the future..for the BETTERMENT of UMMAH (^_^) .
http://www.imranhosein.org/home.html
http://www.suwaidan.com/
Posted by ~TaH!R~ at 6:28 AM 0 comments
Sunday, June 20, 2010
Berzikir itu satu ketenangan
Assalamualaikum W.B.T ..
Syukur ke hadrat Ilahi kerana telah memanjangkan umurku serta umat islam di seluru dunia.. Semoga diberikan ketetapan iman serta taqwa dalam hati ini.. Amiinn...
Kadang-kadang kita terfikir, "kenapa la aku rasa xtenang je ni?? kenapa la aku suka marah-marah??..kenapa aku jadi macam ni~~?? Kenapa mesti aku yang kena hadapi semua ni?? Kenapa??Kenapa??Kenapa?? Allah ni memang tak adil.!!"
Astagfirullahal`azimm~~~~ saudara-sadara seagama denganku sekalian..Sedarlah..Sedarlah.. Kita ni hidup menumpang saja..tidak lebih dan tidak kurang...Kita sepatutnya bersyukur kerana hidup sebagai seorang yang beragama ISLAM. Itulah NIKMAT yang paling besar dalam hidup kita!! kenapa mesti kita nak meminta-minta lagi??kenapa dan terus kenapa?? tidakkah kita malu dengan sikap minta-meminta? malu tak? sepatutnya kita malu.... Allah S.W.T mencipta manusia dengan sesempurna ciptaan-Nya ..diberikan akal untuk berfikir. Menentukan sesuatu yang baik mahupun yang buruk. Allah S.W.T telah berikan kita segalanya..berfikirlah wahai saudara-saudaraku sekalian..
Akal itu untuk berfikir. Subhanallah~~~ sungguh besar kurniaan Allah S.W.T kepada kita ...tapi, kenapa kita masih lagi ingkar?? tidak cukup puaskah kita dengan nikmat yang kita ada? cuba kita fikir-fikirkan,:
1. Kenapa Allah S.W.T ciptakan kita didunia ini?
2. Kenapa Islam itu dikatakan sebagai teras hidup kehidupan?
3. Kenapa Al-Quran dan As-Sunnah itu mesti kita amalkan?
1. Kenapa Allah S.W.T ciptakan kita didunia ini?
(Alah....... everyone know why we are created.) memang la semua orang tahu akan tugas kita dimuka bumi ini. (i write this not because to show off myself but as a reminder to who want to believe it).. May Allah S.W.T bless us always.=-) Amiin.... kita hanya menumpang didunia ini. Sepatutnya kita menjaga ia dengan sepenuh hati kita. Bak kata pepatah, "Orang memberi, Kita merasa, Orang berbudi, Kita berbahasa" ..hmm..cuba kita perluaskan pemikiran kita. Kita fikir dari aspek yang positif (dari perspektif Islam). Memang sepatutnya kita berjasa kepada bumi ini bahkan juga kepada Allah S.W.T, iaitu Al-Khaliq. Dialah yang menciptakan diri kita ini. Tapi..ada mulut yang berkata "macam mana kita nak berbakti?"
Haa...sebab itulah kita diwajibkan menuntut ilmu..bukan sahaja ilmu duniawi bahkan juga ilmu ukhrawi.(semoga kita diberikan jalan kejayaan.Amiin..) ..bila bercakap soal ilmu, ada berbagai-bagai ilmu. Nak dimudahkan, ilmu dunia dan ilmu akhirat. Bagi sesetengah manusia, hanya pentingkan ilmu duniawi sahaja. Sehinggakan mereka menghalalkan yang haram hanya kerana ingin mengejar cita-cita mereka. Bagi mereka, akhirat itu kurang@tidak penting kerana mereka adalah umat islam. Pada pemikiran mereka, umat islam akan dimasukkan kedalam syurga akhirnya. Betulkah??? mari kita fikir, dan ada juga manusia yang hanya beribadat kepada Allah S.W.T sepenuh masa sehinggakan dia menolak kehidupan dunia 100% . Ada mulut berkata "salah ka?? bukankah tugas kita memang untuk beribadat??" ..hmmm...Ya. Memang betul apa yang dikatakan itu. Tetapi bagi pandangan saya, kita sepatutnya memiliki kedua-dua jenis ilmu ini. Ilmu duniawi serta ilmu ukhrawi kerana kita dilahirkan di atas muka bumi ini dan kita sepatutnya mentadbir muka bumi ini. Serta untuk beribadat kepada Allah S.W.T . Bagaimana? haa... mari kita selami diri kita. Kita ada 24jam sehari. Kita perlulah bijak membahagikan masa kita. Imam Hasan Al-Banna pernah berkata (jika salah tolong betulkan)"Sesungguhnya masa yang kita miliki amatlah sedikit jika nak dibandingkan dengan tugas kita sebagai khalifah di muka bumi ini" ..Ada mulut berkata "kalau tengah bekerja,macam mana nak beribadat?" ..
Ya....bagi manusia yang tidak mahu berfikir, mungkin akan bersetuju tetapi, bukankah kerja itu juga suatu ibadat? jika difikirkan lagi, zikir, kita juga boleh berzikir ketika bekerja. Dengan itu kerja yang kita lakukan akan berhasil serta mendapat keredhaan Allah S.W.T kerana niat kita bekerja hanya untuk Allah yang Esa. Kita sepatutnya mentadbir bumi yang penuh berkat ini dengan ilmu-ilmu Allah S.W.T ..Dengan itu, dapatlah kita hidup dalam keadaan yang harmoni dan damai sentiasa.
2. Kenapa Islam Itu Dikatakan Sebagai Teras Dalam Kehidupan?
Hmmm.... Ada mulut berkata "kenapa ye? kenapa mesti islam? habis tuu..........yang lain-lain pula?" sahabat-sahabatku sekalian, kenapa mesti islam? mestilah kerana islam itu adalah satu ajaran yang diturunkan khas daripada Allah S.W.T kepada kita sebagai khalifah(sebaik-baik makhluk dimuka bumi ini..) Allah S.W.T yang menciptakan kita dimuka bumi ini. Muka bumi ini adalah milik Allah S.W.T yang mutlak!! Tiada kompromi~~~~ =-) Tidak sepatutnya kita menutup sebelah mata sahaja dengan segala nikmat yang telah kita kecapi selama ini. Tidak cukupkah?! Susah sangat ke nak bersyukur? susah sangat ke islam ni? "Susah laa~ itu xley buat..ini xley buat..itu haram...ini haram...tak open-mind betul la.." ,,na`udzubillah... jahilnya seseorang itu sekiranya dia tidak mahu berfikir walaupun untuk seketika.(menurut pandangan saya sahaja..=-)) ..kenapa saya kata "JAHIL" ..?? sebab, bagi saya, manusia itu adalah sesempurna ciptaan yang Allah S.W.T jadikan. Jadi kelebihan manusia itu terletak pada akal nya. Kenapa tidak seseorang itu menggunakan akal nya untuk berfikir..merenung setiap perilaku-perilaku diatas muka bumi ini kerana setiap yang berlaku itu pasti ada hikmah nya.
Hikmah? Hikmah apa nya... dah kalau tiap-tiap hari asyik malang je. Bila bersangka baik ja, mulalah nanti itu yang jadi...ini yang jadi...kat mana hikmahnya??
haa.... sahabat-sahabatku sekalian,. hikmah..bagi saya, hikmah yang Allah S.W.T hadirkan dalam tiap-tiap suatu perkara itu adalah berbeza. Tidak semestinya hikmah itu hanya akan kita sedari dengan penglihatan mata kasar sahaja bahkan juga hikmah akan dapat kita lihat serta rasai kehadirannya(hikmah dari Allah S.W.T)dengan membuka mata hati kita. Pandanglah dengan mata hati nescaya kita akan dapat lihat segala kebenaran diatas tiap-tiap yang berlaku. Ada mulut berkata lagi "tipulah...mana boleh nampak kalau tengok dengan hati. Hati mana ada mata.." ..itulah.....gunakan lah akal yang telah Allah S.W.T berikan kepada kita...
maksud melihat dengan mat hati tu maksudnya melihat segala kebaikan yang berkaitan dengan sesuatu kejadian. Sebagai contoh , dihadirkan seseorang dalam hidup kita. Seseorang yang suka mengumpat tentang diri kita sehinggakan membuka ke`aiban kita. Apa perasaan kita? pada umumnya, mestilah kita akan berasa marah...sedih...malu... tetapi, cuba kita pandang dari sudut yang positif.kenapa mesti positif? sebab, kita ini umat islam. Umat yang mulia. Umat yang menjaga tutur kata serta peradabannya. Islam penuh dengan kemanisan..kesyahduan..lentok habis!! =-) haa..kita mestilah berfikiran positif. Ok, kembali kepada contoh tadi. Sudut positif, mungkin Allah S.W.T hadirkan kepada kita seseorang yang sebegitu rupa adalah untuk membetulkan tingkah laku kita. Mungkin Allah S.W.T inginkan sesuatu yang lebih baik buat kita. Macam mana tu? Senang sahaja..... Umumnya, apabila kita ditimpa kesusahan kita akan berasa sedih..tertekan..geram..malu..dan bermacam-macam dugaan lain yang menimpa. Kita akan mulakan langkah-langkah bijak untuk mencari ketenangan. Kita akan selalu ingat pada Allah S.W.T ..memohon agar sentiasa diberikan kesabaran serta perlindungan didunia mahupun diakhirat kelak. Semakin hebat dugaan yang kita lalui, semakin dekatlah kita dengan Allah S.W.T.. Tanpa kita sedari, sebenarnya hati kita telahpun bergerak melangkah kehadapan menemui satu lagi kebenaran dalam ISLAM iaitu, SABAR. Sabar dalam setiap suatu kejadian, itulah islam. Sungguh suci. Sungguh mementingkan hati. Tetapi, ada mulut berkata lagi "tak dapat rasa pun?" (berbalik kepada contoh diatas) ...wahai sahabat-sahabat sekalian. Mana mungkin kita dapat melihat bahkan ingin merasa sesuatu hikmah yang terjadi sekiranya hati kita masih lagi dipenuhi dengan titik-titik hitam. Titik-titik hitam yang sentiasa ingin memalingkan wajah kita dari rahmat Allah S.W.T.. Pertama sekali, kita mestilah selalu menyucikan hati kita lebih-lebih lagi dalam keadaan sekarang. Keadaan dimana manusia lebih mementingkan dunia daripada akhirat. Cara yang paling mudah adalah dengan berzikir.=-) Berzikir adalah suatu aktiviti yang paling menyeronokkan. Antara nya, sekiranya kita inginkan ketenangan serta dari Allah S.W.T. , maka banyakkanlah menyebut Ya Ghapur ..selain itu, amalkan menyebut Ya Hakam..nescaya hati kita akan dipenuhi dengan hikmah-hikmah.InshaAllah.....dan banyak lagi zikir-zikir yang boleh kita amalkan sebagai umat islam..
Sungguh mudah islam ini. Janganlah kita menyempitkan pemikiran kita dengan pengetahuan-pengetahuan yang tidak akan memajukan diri kita ini. Hadirkanlah hati kita bersama-sama dengan islam agar kita sentiasa dapat merasai kemanisan iman itu.
Posted by ~TaH!R~ at 9:19 PM 0 comments
Tuesday, June 8, 2010
Control as a Leadership`s Quality
i would like to share something i`ve read.. this article is written by Dr. Tareq Al-Suwaidan .. lets read it.~~=-)
One of the efficient leader attributes is the ability of self- control as well as his subordinates, but this control should have rules and principles ,but if control comes in a sudden and harsh way it would lose authority. Leader should have strong personality in order to be able to keep on clear and reasonable thinking despite hardships and stress, looking for truth holding it on whatever it costs, and to survive critical situations patiently even if all people around him draw back and retreat. Dear reader this characteristic is a negative attribute which inclined to dictatorship, this could not be true if the leader sticks to the 4 rules of control: constant presence & knowledge , good management ,direction and influence .
Today we will start with first rule of controlling, constant presence & knowledge 1- constant presence and following all details and comprehending information. Constant presence of leader and processing , checking and knowing all details give the others feeling of strength which leader have and his ability of fair control as well as seeing him the decipher who updates in a positive way. In this Omar Ben ALKhattab said to people "You think if I appoint the finest someone in charge in the best of my knowledge, have I done my duty towards you? They answered : yes. He replied no , till I check If he has done what I asked him to do or not. In this we see details following and checking junior leader's work .One of constant presence and knowledge: to put your junior leaders under test .Which Omar Ben ALKhattab did when he send 4400 Dirham to Abu Obida who was army general and asked his messenger to check what will Abu Obida do in the money, and upon hearing Abu Obida conduct in distributing the whole sum equally between people ,Omar Thanked God that This deed comes from only a Muslim leader who prefers others over himself . 2- knowledge and deep understanding : Western thinkers Bacon and Hopes concluded more than 200 years ago in their essay about leader's capability of controlling, saying : knowledge means power .And here he is Abu Baker AlSeddiq saying to Omar Ben AlKhattab upon the latter annoyance because Amr Ben ALAas conduct in Zat Alsalasel Battle: messenger Mohammed (peace be upon him) would not assign Amr as the army general if he did not knew his talent in war . Even in Omar correspondences to armies on the borders he proved himself (may God be pleased with him) to have knowledge ,strength and deep understanding of incidents. Before AlKadesieh Battle he ordered Otba Ben Ghazwan in his march to Iraq saying :Oh Otba your Muslim brothers had conquered ALHIRA city and beyond and their horses had crossed Euphrates to Babylon ,the city of Harut & Marut (the tow dimons of Babylon ) mightiest people land's, and their horses raids today on Ctesiphon (AL-Mada in ), and now I send you in this army so go and raid on Al-Ahwaz (the eastern bank of Arab Gulf ,Iran nowadays ) to distract them so that they do not aid the people of Azerbaijan who fights your brothers there .so you fight them in the district beyond Al-Billa (region in Iraq). If Ben Alkhattab Was not well known of war details and the region geography he could not direct his troops in the right direction . May Allah S.W.T bless us always...Ameen..........
Posted by ~TaH!R~ at 8:46 AM 0 comments
Sunday, June 6, 2010
Guys.. I wanna share with you something..
I`ve got this meaningful article from ...i would like to share what i`ve read to all of you..
May Allah S.W.T bless us always..Ameen..
Bismillah al rahman al rahim
The Arabic phrase shown above is pronounced as Bismillah ir-Rahman ir-Rahim, and is a beautifully poetic phrase which offers both deep insight and brilliant inspiration. It has often been said that the phrase Bismillah ir-Rahman ir-Rahim contains the true essence of the entire Qur'an, as well as the true essence of all religions.
Muslims often say this phrase when embarking on any significant endeavor, and the phrase is considered by some to be a major pillar of Islam. This expression is so magnificent and so concise that all but one chapter of the Qur'an begins with the words Bismillah ir-Rahman ir-Rahim.
The common translation:
"In the name of God, most Gracious, most Compassionate".
fails to capture either the true depth of meaning or the inspirational message of this beautiful phrase. So, let's look deeper into the meaning of these wonderful words.
Origin and Spelling:
Every chapter of the Qur'an (except the ninth chapter) begins with the Arabic phrase:
bismillah
However, there are many differing views on how this phrase should be transliterated using the English alphabet, as well as differing views on whether or not to include some of the Arabic rules of grammar. Consequently, one may encounter a variety of different transliterations of this glorious phrase, including:
bismillahi al r-rahmani al r-rahim
bismillahi al rahman al rahim
bismillah al rahman al rahim
bismi Allah al rahman al rahim
bismillahi-r rahmani-r rahim
bismillaah ir rahmaan ir raheem
bismillah ir rahman ir rahim
However, regardless of how one may choose write the English transliteration of the original Arabic, it is neither the writing of the words nor their pronunciation which is crucial, but rather we shall each be rewarded according to what is in our heart and how we act in the world.
Those who say these words with thoughts of self-aggrandizement, or selfish gains, or self-centered vain profit in any manner, will receive their just reward... suffering, pain and confusion. Likewise, those who truly dedicate every step of their life to the glory and service of the Ever-present One shall also receive their just reward... peace, love and beauty.
This phrase is truly an ideal to be expressed from the heart, an ideal to be expressed with the utmost sincerity, an ideal which leads us toward sacred purpose, the purpose for which we have been given life.
Let's look at the deeper meaning of each word of this glorious phrase:
bism boat
bismillah
The common translation for bismillah is "In the name of Allah", which is actually an idiom, an expression that really doesn't make much sense on a literal word-by-word basis.
The phrase In the name of is an idiom having the connotation of with the blessings of, under the guidance of, as an instrument of, with the support of, or for the glory of. In each of these cases, the idiom In the name of means submitting to, honoring or glorifying that which is referred to.
Now, let's take a deeper look into the Arabic roots of this magnificent word bismillah.
The term bismillah, is a combination of three words:
1. The particle bi which can mean by, for, with the aid of, through or by means of and points toward that which happens next.
2. The next word in this phrase is ism, based on the root variously reported to be s-m-w or a-s-m, which indicates the means by which something is distinguished, whether by use of an identifying mark, or by being raised up high so that it may be distinguished, and would include a name, reputation, light or vibration, and points toward the very essence of something, the inherent qualities and signs of the existence of something, the underlying reality of something.
3. The ending of the term is the word Allah, which is the Arabic name of the One. The Semitic roots of the word Allah extend back several thousand years to the Canaanite Elat, Hebrew El and Elohim, and Aramaic Alaha. These roots point toward unity, oneness, the eternal power which includes all of existence and of non-existence. In modern English this would generally be translated as God (which is old English, likely based on the Sanskrit word hu, meaning that which is worshipped, honored or adored).
Using these basic roots, the term bismillah might be translated as:
- By means of the very essence of God
- For the glory of our Creator
- With the light of the One
- With the guidance of The Divine
- As an instrument of the One
- In harmony with Divine Presence
The central idea here is that whatever we do, every step that we take, every breath that we breathe, is done for, because of, and through the essence of, the One who has created us.
It is not us that does the work, it is not us that makes opportunities appear, it is not us that produces fruits from every action. We alone are powerless. The Creator has given us life and has given us the ability to move and think and feel, yet we are totally dependent upon the Creator for the very essence of life itself.
Thus, this beautiful word bismillah is a magnificent reminder of our relationship to our Creator and our relationship to all of creation.
In one simple word bismillah expresses our wonder, awe and thankfulness while it also expresses our innermost prayer that we may have the blessing of another breath, another moment of life, and that we may walk on a path of truth and understanding.
To say bismillah is to humbly offer one's self as a vehicle for the glory and majesty of The One.
ir rahman ir rahim
These two terms rahman and rahim refer to attributes of the One. While they are often translated simply as Merciful and Compassionate, the roots of the words point to a deeper meaning.
Both rahman and rahim are derived from the Semitic root r-h-m which indicates something of the utmost tenderness which provides protection and nourishment, and that from which all of creation is brought into being. And indeed, the root rhm has meanings of womb, kinship, relationship, loving-kindness, mercy, compassion, and nourishing-tenderness.
Thus, both rahman and rahim point toward that which emerges from the source of all creation, while also conveying a sense of tenderness, loving-kindness, protection and nourishment.
The term rahman is a very emphatic statement, and then the sentiment is echoed by being immediately followed by the use of another form of the same root-word. Such repetition is a joyful celebration of this Divine attribute, much the same as saying "The One who is the Supreme Loving-Kindness, oh such Loving-Kindness".
These two words, rahman and rahim, also express slightly different variations of meaning, as described in the following paragraphs.
rahman:
The term rahman describes that aspect of the source of all creation which is endlessly radiating, endlessly nourishing, regardless of who or what is receiving the endless flow of blessings.
Rahmân conveys the idea of fullness and extensiveness, indicating the great quality of love and mercy which engulfs all of creation without regard to any effort or request on our part.
According to Ibn Qayyum (1350 AD), rahmân describes the quality of abounding Grace which is inherent in and inseparable from the Almighty.
rahim:
On the other hand, the term rahim describes that aspect of the source which is issued forth only in response to the actions and behavior of the recipient. It is in this manner that God takes ten steps toward us when we take even a single step toward God.
Rahîm conveys the idea of constant renewal and giving liberal reward in response to the quality of our deeds and thoughts.
According to Ibn Qayyum (1350 AD), rahîm expresses the continuous manifestation of the Grace in our lives and its effect upon us as a result of our own activities.
ir rahman ir rahim:
Rahman points toward the Beneficent One whose endless outpouring of love and mercy are continually showered upon all of creation, while Rahim points toward the Merciful One whose love and mercy are manifested in that which is received as the consequence of one's deeds.
So, the phrase ir rahman ir rahim is a recognition and honoring of the very source of all existence, the source of all blessings, the source of all compassion, the source of all mercy who gives endlessly to us and who also responds according to our moral integrity, our harmony with all of creation and our love of Allah.
Poetic Renderings:
There is no way for any one translation to capture the many facets of this beautiful phrase Bismillah ir-Rahman ir-Rahim. Here are some poetic renderings that attempt to capture some aspects of the meaning without being literal translations:
With every breath that we breathe, may we be ever aware of the Divine Presence, the Source of all that we receive.
With every step that we take, may we always honor the Light which guides us, the Source and Nourisher of all of creation.
Every moment of this life is filled with your eternal radiance my Beloved, You are the Beneficent One who endlessly showers all of creation with nourishment and blessings, and the One who generously rewards those who live in harmony with Your Divine Will.
Posted by ~TaH!R~ at 9:48 AM 0 comments



